Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.353, Sentimen Global dan Agenda BI Topang Pergerakan

IHSG dibuka menguat 0,52% ke level 8.353 pada Kamis (19/02). Simak sentimen pertemuan Prabowo-Trump, suku bunga BI, dan rekomendasi saham dari para broker.

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (19/02). Tercatat, pada pukul 10.11 WITA, indeks mengalamai kenaikan sebesar 43,25 poin atau setara dengan menguat hingga 0,52 persen ke level 8.353. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 6,07 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp2,95 triliun, sementara frekuensi yang terjadi sebanyak 395.004 kali. Terpantau, pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka langsung menguat dengan kenaikan sebanyak 47,21 poin atau setara dengan menguat 0,57 persen ke level 8.357. Terdapat, sebanyak 316 saham yang menguat, 202 saham yang melemah, dan 184 saham yang berada dalam posisi stagnan. Menurut BRI Danareksa Sekuritas, terjadi penguatan yang didorong oleh sejumlah sentimen termasuk mayoritas penguatan di Bursa Asia hingga pertemuan Presiden Prabowo dan Trump. Dari segi teknikal, IHSG sukses melakukan pullback sehat dengan area support 8.150–8.230, serta memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 8.406–8.596. Saat ini pasar tengah mencermati keputusan dari Bank Indonesia (BI), dengan konsensus mempertahankan suku bunga di 4,75 persen, mempertimbangkan inflasi bulan Januari di 3,55 persen, pergerakan rupiah di rentang Rp16.850 hingga Rp16.869 per dolar Amerika Serikat. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Kamis (19/02), yaitu: BRI Danareksa INDY LEAD BOAT Phintraco Sekuritas MEDC ADMR TOBA EMTK BBYB CGS International Sekuritas Indonesia PTBA MEDC BRIS BMRI RAJA TLKM Panin Sekuritas DSNG MYOR INDF Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua