Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Dibuka Menguat, Berbalik Melemah 0,29 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis 26 Februari 2026 fluktuatif. Zona merah muncul di posisi 8.297,8. Simak rekomendasi saham dari berbagai broker dan analisis teknikal IHSG hari ini.

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka fluktuatif pada hari ini, Kamis (26/02). Pada pembukaan perdagangan berada di zona hijau dengan kenaikan paling tinggi 8.358,95. Akan tetapi, IHSG seketika terperosok ke zona merah bahkan usai 10 menit perdagangan IHSG ada di area pelemahan 0,29 persen di posisi 8.297,8. Saat pembukaan pasar, IHSG naik 0,35 persen ke 8.351,36. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia(BEI), volume perdagangan tembus 4,57 miliar saham dengan transaksi mencapai Rp2,19 triliun, sementara frekuensi yang terjadi tembus 333.226 kali. Tercatat, ada 290 saham yang melemah, 218 saham yang menguat, dan 190 saham yang berada dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas, menyampaikan, secara teknikal, IHSG terdapat di area uji support 8.230-8.150 dengan kecenderungan pergerakan terbatas selama bertahan di atas zona tersebut. Diketahui, resistance terdekat ada di level 8.430. Pelaku pasar juga condong wait and see mendekati perundingan Amerika Serikat serta Iran yang memiliki proyeksi mempengaruhi volatilitas aset global. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Kamis (26/02), yaitu: Phillip Sekuritas AUTO ERAL MNC Sekuritas ADMR ANTM ARCI HRUM CGS International Sekuritas BBRI ANTM PSAB INCO ARCI ADMR BRI Danareksa Sekuritas ADMR AHAP PADI Phintraco Sekuritas MEDC ELSA KLBF BKSL ASII Panin Sekuritas WIFI CMRY BUMI Mirae Asset Sekuritas ASSA HMSP SRTG BNI Sekuritas PANI JPFA BULL EMAS ENRG RAJA Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua