Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Dibuka Menguat 0,78 Persen, Saham Berikut Berpotensi Lanjutkan Tren Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (08/09),Tercatat, pada pukul 10.01 WITA, indeks mencatat kenaikan sebesar 61,71 poin atau setara dengan menguat 0,78 persen ke level 7.929.

Redaksi Diperbarui
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (08/09), Tercatat, pada pukul 10.01 WITA, indeks mencatat kenaikan sebesar 61,71 poin atau setara dengan menguat 0,78 persen ke level 7.929. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 1,12 miliar saham dengan total transaksi mencapai Rp878 miliar. Sementara itu, frekuensi yang terjadi menorehkan angka hingga 79.748 kali. Diketahui, ada sebanyak 285 saham menguat kemudian 125 saham yang melemah, dan untuk saham yang berada dalam posisi stagnan ada 235 saham. BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan jika saat ini, sentimen pasar masih terfokus terhadap prospek pemangkasan suku bunga The Fed sebagai katalis utama. Dalam risetnya, BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan jika IHSG berada mendekati area resistance 7.900 sampai dengan 8.000. Berikut terdapat sejumlah saham potensial yang dirangkum dari sejumlah broker yang menarik untuk dicermati berpeluang melanjutkan tren saham uptrend pada rekomendasi saham hari ini, diantaranya adalah: Mirae Asset Sekuritas AKRA BTPS CUAN MBMA BUMI MSIN OASA Samuel Sekuritas ANTM BRMS FILM BKSL JPFA HRTA CGS International Sekuritas BMRI JPFA HEAL TLKM CPIN ASII Panin Sekuritas RAJA MAPA ERAA BRI Danareksa Sekuritas BMRI CPIN SMIL BNI Sekuritas WIRG MBMA ANTM HRTA AMMN GZCO Philip Sekuritas BMRI IPCC Phintraco Sekuritas BBCA BBTN ENRG SIMP CPIN SIDO MNC Sekuritas ADMR ESSA GOTO RAJA Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua