Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Bergerak Fluktuatif di Tengah Sentimen Pasar

IHSG dibuka fluktuatif dan terkoreksi 0,73% ke level 7.877 pagi ini (9/2). Simak analisis penyebab dari Moody's serta rekomendasi saham dari 8 sekuritas ternama.

Redaksi
Ilustrasi Saham (Dok : Int).
Ilustrasi Saham (Dok : Int).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka fluktuatif cepat, bahkan sempat mencatatkan penguatan dan pelemahan, Senin (09/02). Tercatat, pukul 10.20 WITA indeks terkoreksi 0,73 persen atau berada di level 7.877. Sementara, pagi ini pada pembukaan perdagangan IHSG dibuka menguat 34,76 poin atau setara dengan 0,44 persen ke level 7.970. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 7,6 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp3,08 triliun dengan frekuensi yang terjadi sebesar 386,674. Terpantau, saat ini ada 386 saham yang melemah, 199 saham yang menguat serta 133 saham yang berada dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan jika pelemahan disebabkan karena kondisi risk-off yang terjadi akibat penurunan outlook pasar utang Indonesia menjadi negatif oleh Moody's. Secara teknikal, IHSG terletak di level support 7.820-7.920 serta diprediksi bergerak terbatas dengan resistance terdekat pada 8.100. Moody's Ratings telah merevisi outlook menjadi negatif dari sebelumnya stabil atas tujuh perusahaan non-keuangan yang ada di Indonesia. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Senin (09/02), yaitu: Philip Sekuritas WIIM CMRY CGS International Sekuritas CMRY PGAS SMGR UNVR TLKM ELSA Panin Sekuritas MBMA MAPI PWON Mirae Asset Sekuritas ADMR ADRO INDY Phintraco Sekuritas PANI TLKM PNLF CMRY INTP ERAL MNC Sekuritas AMRT AUTO INDF NCKL BRI Danareksa Sekuritas PANI BRIS ACES BNI Sekuritas JPFA HRTA BUMI ANTM ARCI AGII Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua