Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Berfluktuasi, Berikut Rekomendasi Saham dari Berbagai Sekuritas

IHSG berfluktuasi pada 23 April 2026 dan sempat melemah ke level 7.525. Simak pergerakan indeks, data perdagangan, serta rekomendasi saham dari sejumlah sekuritas.

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfluktuasi pada perdagangan hari ini, Kamis (23/04). Terpantau, IHSG mengalami fluktuasi cepat dimana mampu mencatatkan penguatan juga pelemahan. Lebih lanjut, indeks mengalami pelemahan sebanyak 0,2 persen ke posisi 7.525 pada pukul 10.20 WITA. Sementara, IHSG dibuka menguat 22,8 poin atau setara dengan 0,3 persen ke posisi 7.564. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 8,48 miliar saham, dimana nilai transaksi capai Rp2,87 triliun. Sementara, frekuensi yang terjadi ada 517.739 kali, terdapat saham yang menguat berjumlah 281, saham yang melemah 296, dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 154. BRI Danareksa Sekuritas mengatakan jika walau sentimen global mulai membaik namun pergerakan indeks cenderung tertahan. Saat ini, pasar tengah menyoroti perpanjangan dari tenggat gencatan senjata konflik global dari Amerika Serikat dan Iran. Akan tetapi, pasar tengah mewaspadai ketidakpastian lanjutan, khususnya dampaknya atas harga energi, minat risiko investor serta distribusi global. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Kamis (23/04), yaitu: Phillip Sekuritas ITMG dan STAA Panin Sekuritas SIMP, ENRG dan ARTO Mirae Asset Sekuritas ARTO, INTP dan PWON MNC Sekuritas ACES, BBYB, BMRI dan GOTO BRI Danareksa Sekuritas RAJA, SSIA dan ESSA CGS International Sekuritas PTBA, BMRI, BBNI, ASII, AKRA dan SIMP Phintraco Sekuritas BBTN, PNLF, MIDI, ASII dan RAJA BNI Sekuritas BDMN, MEDC, BUMI, CUAN, PTRO dan GZCO Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua