Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Bangkit di Tengah Ketegangan Global, Saham Ini Berpotensi Naik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (14/10). Dimana pada pukul 10.01 WITA, indeks mengalami kenaikan sebanyak 42,27 poin atau 0,51 persen ke level 8.269.

Redaksi Diperbarui
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (14/10). Dimana pada pukul 10.01 WITA, indeks mengalami kenaikan sebanyak 42,27 poin atau 0,51 persen ke level 8.269. Diketahui, data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 1,08 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp1 triliun dengan frekuensi yang terjadi sebanyak 97.595 kali. Tercatat, ada 275 saham yang menguat, 117 saham yang melemah serta 206 saham dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan jika IHSG masih berpeluang bertahan di atas area support 8.160 dengan potensi rebound ke resistance terdekat 8.290. Sementara, dari sisi makro, pelaku pasar gencar memperhatikan perkembangan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, yang memiliki potensi memengaruhi arah arus modal global. Tak hanya itu, harga komoditas utama seperti emas juga menunjukkan kenaikan menuju level tertinggi sepanjang masa, yang membuka peluang rotasi ke sektor-sektor berbasis komoditas yang mempunyai korelasi positif terhadap pergerakan tersebut. Berikut beberapa saham potensial yang dirangkum dari sejumlah broker yang menarik untuk dicermati, diantaranya adalah: Panin Sekuritas TOBA BREN MEDC Samuel Sekuritas ANTM BRMS CUAN RATU MDKA FILM Mirae Asset Sekuritas AADI BBYB KLBF EMAS OASA SBMA CGS International Sekuritas AADI BUMI HRUM ENRG ANTM EMAS Phintraco Sekuritas MIDI BUMI AMRT DKFT LSIP BRI Danareksa Sekuritas PSAB HRUM JSMR Phillip Sekuritas BUMI UNTR MNC Sekuritas BKSL ENRG MDIY MDKA Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua