- Kontribusi Konsisten: Mitra diharapkan memberikan dukungan secara berkelanjutan, baik dalam bentuk pendanaan, fasilitas, maupun tenaga kerja.
- Keselarasan Misi: Calon mitra harus memiliki visi yang sejalan dengan BGN, yakni menciptakan masyarakat sehat melalui gizi yang optimal.
- Perencanaan Lokasi dan Sasaran: Mitra perlu memberikan informasi detail mengenai area operasi dan kelompok penerima manfaat, seperti sekolah, panti sosial, atau komunitas tertentu.
Berita Utama
Program Makan Bergizi Gratis di Makassar Libatkan Penyandang Disabilitas
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat mulai diuji coba di Kota Makassar, Senin (06/01). Menariknya, program ini turut melibatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari tim penyelenggara, menegaskan komitmen terhadap inklusivitas dan pemberdayaan.
Redaksi
KabarMakassar.com -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat mulai diuji coba di Kota Makassar, Senin (06/01). Menariknya, program ini turut melibatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari tim penyelenggara, menegaskan komitmen terhadap inklusivitas dan pemberdayaan.
Pada tahap pertama, makanan bergizi ini diproduksi di tiga dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN), tersebar di Kecamatan Manggala, Mamajang, dan Panakkukang.
Menu makanan yang disajikan meliputi nasi, lauk berupa ayam, sayur, buah, dan susu, dengan estimasi biaya per porsi mencapai Rp10 ribu.
Pada tahap pertama, makanan didistribusikan ke 9 sekolah di tiga kecamatan tersebut. Di Kecamatan Panakkukang, dua sekolah yang menjadi penerima adalah TK Wihdatul Ummah dan SDI Tamamaung IV, dengan total 700 porsi makanan yang telah dibagikan. Jumlah ini diharapkan meningkat sesuai arahan BGN.
Geralz Geerhan dari Yayasan Kebangsaan Indonesia Raya, mitra BGN di Kecamatan Panakkukang, menjelaskan bahwa dapur umum melibatkan 47 relawan, termasuk warga lokal, remaja masjid, dan penyandang disabilitas.
"Kami rekrut relawan dari warga sekitar, remaja masjid, dan teman-teman disabilitas. Dua penyandang disabilitas kami rekrut melalui kerja sama dengan asosiasi disabilitas di Makassar," ujarnya.
Menurut Geralz, melibatkan penyandang disabilitas tidak hanya membuka kesempatan kerja bagi mereka, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan komitmen untuk melindungi dan memberdayakan kelompok rentan.
Geralz menambahkan bahwa langkah ini juga didasarkan pada komitmen moral dan sosial.
"Saya sendiri pernah disumpah Pak Prabowo untuk melindungi mereka yang lemah dan tertindas. Dengan melibatkan penyandang disabilitas, kami menjadikan sumpah itu sebagai tindakan nyata," tegasnya.
Program MBG ini diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi siswa tetapi juga menjadi contoh model inklusif dalam pelaksanaan program sosial.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, termasuk penyandang disabilitas, inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa setiap individu dapat berkontribusi untuk masyarakat.
Untuk informasi, Badan Gizi Nasional (BGN) membuka pintu bagi berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan sejumlah persyaratan penting bagi calon mitra yang ingin bergabung dalam program ini. Salah satu syarat utama adalah memiliki status legal yang jelas.
"Mitra wajib memiliki status hukum yang sah, seperti berbadan hukum atau mendapatkan rekomendasi resmi dari lembaga terpercaya," ujar Dadan, Minggu (05/01).
Selain status hukum, BGN menetapkan beberapa kriteria lain untuk calon mitra:
Pilihan Lain